Cara Mancing Ikan Patin di Kolam Harian

Cara Mancing Ikan Patin di Kolam Harian

Cara mancing ikan patin di kolam harian sering kali menjadi informasi penting yang diharapkan oleh para penggemar memancing. Untuk bisa memancing ikan patin tentu butuh cara yang handal dan tepat. Banyak orang yang berusaha untuk mendapatkan ikan patin dengan metode memancing yang beraneka ragam. Ikan patin sendiri memiliki ukuran tubuh yang cukup panjang dan gerakannya sedikit lebih liar. Sehingga untuk mendapatkan ikan patin menjadi tantangan tersendiri bagi para penggemar memancing. Apalagi ikan patin pada dasarnya memiliki perbedaan dengan ikan lainnya. Oleh karena itu untuk bisa memancing jenis ikan yang satu ini, sebaiknya simak beberapa trik berikut ini.

  1. Perhatikan umpan ikan patin yang akan digunakan untuk memancing. Anda bisa membuat umpan tersebut dari berbagai bahan yang disukai oleh ikan patin. Misalnya saja seperti cacing yang umumnya digunakan untuk memancing semua jenis ikan. Anda juga bisa menggunakan udang yang diracik dengan bahan lainnya sehingga sangat disukai oleh ikan patin. Selain itu katak kecil dalam keadaan hidup juga bisa menjadi pilihan bagi Anda yang ingin mendapatkan ikan patin. Pilihan terakhir adalah ikan kecil sebagai umpan untuk memancing ikan patin. Jika umpan telah siap maka Anda bisa mempersiapkan alat pancing yang akan digunakan.
  2. Gunakan pelampung atau glosor sebagai rangkaian pancing. Anda bisa menggunakan 1 atau 2 mata kail dengan ukuran kecil hingga sedang sehingga bisa sesuai dengan mulut ikatan patin yang tidak terlalu besar. Gunakan pula kawat kecil dan lemas serta kili-kili dan timah pemberat.
  3. Berikan jarak yang tepat antara kail dengan pelampung. Setidaknya jarak antara kail dan pelampung sama dengan kedalaman kolam sehingga umpan dapat menyentuh dasarkolam. Anda bisa mengikatkan pancing ke nikelin dengan ukuran panjang sekitar 5 hingga 7 cm. Setelah itu ikatlah nikelin ke bagian kili-kili.
  4. Masukkan timah pemberat di bagian senar utama sebelum kili-kili diikatkan ke senar utama tersebut. Gunakan timah pemberat yang berlubang di tengah untuk mempermudah. Kemudian setelah timah dimasukkan maka Anda bisa mengikatkan senar utama ke kili-kli yang tersambung dengan bagian mata kail.
  5. Jika rangkaian pancing telah selesai dibuat maka Anda bisa menjaga timah agar tidak berjalan terlalu jauh dari bagian kili-kili. Umumnya jarak yang cukup baik antara timah dan kili-kili ini sekitar 5 cm. Untuk itu Anda bisa menggunakan karet stopper yang diletakkan di bagian senar utama. Dengan adanya karet stopper inilah maka timah tidak akan tetap terjaga pada posisinya.
  6. Perhatikan senar Anda. Saat senar bergerak maka segera hentakkan joran Anda. Jika Anda sampai terlambat menyentak maka umpan yang telah Anda siapkan akan menjadi sia-sia. Untuk itu Anda juga perlu memperhatikan setelan drag yang harus disesuaikan dengan ukuran senar.
  7. Saat ikan sudah mulai dekat dan siap untuk diangkat maka segeralah mengangkat ikan tersebut dengan menggunakan serokan. Sebaiknya Anda tidak memegang senar pancing karena hentakan ikan patin bisa saja sangat keras sehingga senar dapat melukai tangan Anda.

Memancing memang memerlukan teknik tersendiri terutama bila Anda ingin memancing ikan patin. Untuk mendapatkan tips dan keterangan secara lebih lengkap maka Anda bisa mencari informasi di Sudutkebun.com. Tentu dengan demikian Anda akan segera menjadi pemancing yang handal dan dapat menangkap ikan patin sebanyak-banyaknya dengan lebih mudah.

You Might Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *