Pakai KPR atau Tunai Bertahap?

Pakai KPR atau Tunai Bertahap

Selain hipotek rumah atau apartemen (KPR / KPA), pengembang selama dekade terakhir juga telah menawarkan metode bertahap pembayaran tunai untuk pembelian properti. Jika periode awal hanya 1-3 tahun, lima tahun terakhir bisa hingga 12 tahun! Kepemilikan bank KPR / KPA serupa.

Persyaratan mudah tanpa cek BI dengan uang muka yang lebih ringan dan dapat dibayar dengan cicilan atau dinegosiasikan, atau tanpa uang muka, hanya satu pendaftaran (biaya pemesanan). Konsumen hanya pergi ke kantor pemasaran perusahaan pengembang, membayar tanda dan / atau uang muka, bulan depan mulai membayar dengan angsuran selama periode yang disepakati. Beberapa pengembang bahkan melisensi cicilan selama 1-2 tahun setelah membayar uang muka. Yuks cari informasi tempat jual rumah di Pekanbaru hanya di Property Pekanbaru saja.

Pertanyaannya adalah, mana yang lebih baik, beli dengan hipotek atau uang tunai secara bertahap langsung ke akun pengembang? Respons bankir kompak: Untuk rumah yang akan ditempati sendiri, lebih baik membelinya dengan hipotek karena lebih aman dan lebih aman.

Bank akan memverifikasi legalitas proyek dan kredibilitas pengembang dan meminta jaminan dari pengembang untuk memastikan bahwa proyek dibangun sesuai yang dijanjikan. Masa kredit jauh lebih lama (bisa sampai 20-30 tahun) sehingga angsurannya lebih ringan. Membeli dengan hipotek bahkan lebih aman, karena hampir semua rumah real estat diperdagangkan indentasi (masih dalam bentuk gambar yang menjanjikan pengiriman nanti).

“Dengan hipotek, orang dapat memiliki rumah tanpa mengganggu kebutuhan lain pada saat bersamaan,” kata Maryono, presiden dan direktur Banco BTN. Pendapat yang sama diungkapkan oleh Dewi Damajanti “Maya” Widjaja, Wakil Presiden Senior, Ketua VC Mortgages, PermataBank. “Hipotek adalah cara tercepat, termudah dan teraman untuk memiliki rumah dengan dana terbatas,” katanya.

Untuk jenis rumah KPR pertama seluas 70 m2 atau kurang, Bank Indonesia (BI) tidak menentukan ketergantungan. Oleh karena itu, dapat gratis sesuai dengan persetujuan pengembang dan konsumen. Sedangkan untuk tipe rumah lebih dari 70 m2, setoran minimal 15%. Selain itu, banyak bank sekarang menawarkan bunga promosi rendah atau tetap (di bawah 8% per tahun) selama 1-5 tahun. Jadi hipotek lebih ringan.

Baca juga : Jual Rumah Type 70 di Pekanbaru

Juga dalam beberapa perkembangan, harga rumah yang dibeli dengan hipotek seringkali lebih rendah daripada jika dibeli secara tunai secara bertahap. Alasannya adalah, jika dibeli dengan hipotek, pengembang dapat menerima dana dari bank lebih cepat secara bertahap mulai dari saat perjanjian pinjaman disetujui hingga rumah selesai.

Semakin lama periode kas secara bertahap, semakin besar risiko bagi konsumen. Dalam hal pencapaian (rumah tidak dibangun atau dibangun, tetapi janji hilang), posisi konsumen lemah. Tes konsumen hanyalah tes pesanan. PPJB (Binding Purchase Agreement) hanya ditandatangani setelah pembayaran biaya mencapai nilai tertentu, misalnya 15 atau 25 persen, tergantung pada kebijakan masing-masing pengembang. Ini hanya cukup kuat secara hukum jika ditandatangani di hadapan notaris, bukan hanya perjanjian rahasia antara pengembang dan konsumen.

“Kredit pengembang (pembayaran tunai secara bertahap) lebih cocok untuk membeli rumah untuk tujuan investasi,” kata Maya. Prosesnya sederhana, tidak selincis KPR, rumah dapat diindentasi dengan biaya berapa pun, dan waktu tunggu lebih pendek (rata-rata maksimal lima tahun, meskipun beberapa pengembang menawarkan hingga 7-12 tahun). Prinsip ini juga berlaku untuk pembelian tunai.

Untuk tujuan investasi, orang umumnya membeli rumah kedua. Dalam peraturan BI, untuk rumah kedua, dll., Yang dibeli dengan KPR / KPA, persyaratannya lebih ketat dan pembayaran awal jauh lebih tinggi. Bagi investor, ini tentu saja tidak menguntungkan karena mereka kesulitan mengelola arus kas.

Sebaliknya dengan uang tunai bertahap, mereka dapat bernegosiasi dengan pengembang tentang cara membayar, sehingga mereka dapat lebih fleksibel dalam mengelola penggunaan uang tunai untuk berbagai keperluan, bukan hanya untuk membeli rumah.

Bahkan, uang tunai secara bertahap berisiko lebih besar. Tetapi investor telah menghitung ini, termasuk kemungkinan membangun rumah terlambat dan siap risiko. Untuk mengurangi risiko itu, investor sering membeli proyek dari pengembang yang sudah mereka percayai dengan reputasi mereka, dan produk tersebut dipandang sebagai pengembalian yang menjanjikan.

“Harapan kenaikan harga adalah pertimbangan bagi investor untuk membeli uang tunai atau tunai secara bertahap atau dengan hipotek,” kata Maya. Risiko begitu tinggi tetapi juga pengembalian tinggi. Konsumen akhir yang membeli rumah untuk hidup sendiri tentu tidak terlatih dan siap untuk risiko itu. Karena itu, Anda harus membeli dengan hipotek.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *